Klarifikasi Resmi PT Afres Indonesia: Bersama Korban dan Keluarga, Manajemen Jamin Hak Kesejahteraan

JAMBI — PT Afres Indonesia, produsen air mineral merek Wigo, Fear, dan Glenn, menggelar pertemuan klarifikasi bersama awak media di area perkantoran perusahaan, Kota Jambi, Senin, 12 Januari 2025. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk pemenuhan hak jawab media sekaligus upaya meluruskan informasi publik terkait peristiwa kecelakaan kerja yang dialami salah satu karyawan perusahaan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan kondusif, dihadiri oleh jajaran manajemen perusahaan, di antaranya Bapak Rozali selaku Manager Operasional, Bapak Gusman selaku Kepala Produksi, serta perwakilan Bagian Hubungan Masyarakat (Humas). Manajemen menegaskan komitmen terhadap transparansi informasi dan tanggung jawab perusahaan terhadap tenaga kerja.

Dalam forum tersebut, manajemen memberikan klarifikasi terkait kecelakaan kerja yang dialami karyawan bernama Rina Efrianti pada Selasa, 16 September 2025, sekitar pukul 14.59 WIB. Insiden terjadi di area produksi bersuhu tinggi dan mengakibatkan luka serius pada tangan kiri korban, hingga memerlukan tindakan medis berupa amputasi dua jari serta menimbulkan gangguan permanen pada jari lainnya.

Manager Operasional PT Afres Indonesia, Rozali, menyampaikan bahwa perusahaan tetap bertanggung jawab terhadap korban dan keluarga sejak peristiwa terjadi. Ia membantah adanya pengabaian dan menyebut perusahaan telah memberikan pendampingan pengobatan, bantuan kompensasi, serta membuka ruang komunikasi lanjutan guna memastikan keberlanjutan masa depan korban pascakecelakaan.

Di sisi lain, Kepala Produksi PT Afres Indonesia, Gusman, menyatakan bahwa insiden tersebut menjadi bahan evaluasi internal, khususnya dalam penguatan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Manajemen menyebut sejumlah langkah perbaikan prosedur keselamatan dan operasional telah dan terus dijalankan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Dalam suasana keterbukaan tersebut, pihak keluarga korban turut menyampaikan apresiasi atas ruang dialog yang diberikan perusahaan. Bapak Salamudin Nasution selaku orang tua korban menyatakan bahwa ketegangan yang sempat muncul di awal dipicu oleh kepanikan dan trauma keluarga pascakejadian. “Kami selaku pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas ruang dialog dan sambutan hangat dari jajaran manajemen PT Afres Indonesia. Melalui bincang-bincang yang sangat humanis ini, kami merasa tenang karena perusahaan menunjukkan tanggung jawabnya, memberikan jaminan pengobatan, serta memastikan anak kami tetap bisa bekerja kembali. Kehadiran tim media menjadi jembatan yang membawa kejelasan bagi kami semua,” ujarnya. Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi terbuka dan berimbang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait